HARAP & TAKUT Karena Allah

Membagi sifat ini menjadi 2 macam, yaitu yang diharapkan dan yang tidak diharapkan, dimana keduanya mempunyai beragam jenis.

Rasa takut yang tidak diharapkan dibagi 4 kategori :
1. Takut akan sesuatu yang orang tahu bahwa itu akan terjadi, namun manusia mampu menghentikannya
2. Takut akan suatu kejadian dimana manusia tidak mempunyai daya atasnya, namun ada kemungkinan itu terjadi atau tidak
3. Takut akan suatu kejadian yang mampu dikendalikan oleh manusia, namun dia belum menemukan caranya.
4. Takut lantaran imajinasi tanpa dasar, sedangkan manusia tahu bahwa hal seperti itu tidak mungkin terjadi

berkenaan dengan kategori pertama & kedua, yakni persoalan yang manusia tidak mampu mengendalikannya, manusia tidak boleh takut sebab ketakutan & kecemasan semacam itu tidak berguna & apa yang manusia harus lakukan adalah, setelah melakukan usaha- usaha maksimal, berserah diri kepada kehendak Allah.

pada kasus ketiga, ketika caranya belum ditemukan manusia, dia harus tetap waspada supaya dia tidak ketakutan lagi.

pada kasus keempat, manusia harus melawan khayalannya dan memperkuat daya intelektualnya. semakin kuat akal, semakin lemahlah khayalan. dengan cara demikian, rasa takut dapat dihilangkan dari pikiran manusia.

Rasa takut yang terbaik
Ini adalah ketakutan manusia kepada keagungan Pencipta. Ketakutan inijika seseorang melakukan kesalahan atau dosa apa pun, sebab dia tahu bahwa nilai terbaik orang- orang soleh adalah nilai terendah untuk kaum muqarrabin, yaitu orang yang dianggap paling dekat dengan Tuhan. Karnanya manusia tetap malu akan dirinya. Ini adalah kecemasan yang ada pada hati para Nabi, wali, dan ulama- ulama besar. Beberapa ayat yang menyangkut hal ini, antara lain :

“sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut- nakuti (kamu) dengan kawan- kawannya (orang- orang Quraisy), karena itu janganlah takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang- orang yang beriman” (Qs. Ali imran : 137)

Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku.” (Qs. An an’am : 15)

Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan[1046]. (Qs. An nur : 37)

semoga dengan ketakutan kita kepada Allah, membuat kita semakin bertakwa, takut akan yaumil akhir dimana kita akan dimintai pertanggung jawabannya kelak. Waallahua’lam bishowab. amien…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: